PKSKABUPATENSOLOK
News Update
Loading...

Gubernur Sumbar

[Gubernur Sumbar][recentbylabel2]

Anggota Legislatif

[Anggota Legislatif][recentbylabel]

PKS Kabupaten Solok

Minggu, 20 September 2026

Mengenal Lebih Dekat Ari Rafika WD, S.Pd.I Sekretaris Komisi I, Sosok Muda yang Memberi Warna di DPRD Kabupaten Solok

Mengenal Lebih Dekat Ari Rafika WD, S.Pd.I Sekretaris Komisi I, Sosok Muda yang Memberi Warna di DPRD Kabupaten Solok


AROSUKA 11 September 2026, Mengenal lebih dekat sosok anggota DPRD Kabupaten Solok, Ari Rafika WD, S.Pd.I., tentu tidak hanya melihat kiprahnya sebagai seorang legislator. Politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan (Dapil) II ini dikenal memiliki warna tersendiri dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai wakil rakyat.

Ari Rafika WD merupakan anggota DPRD Kabupaten Solok masa jabatan 2024–2029. Di lembaga legislatif, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Solok. Selain itu, ia juga beberapa kali dipercaya sebagai juru bicara Komisi I, termasuk saat penyampaian laporan dalam rangka penutupan Masa Sidang III Tahun 2025/2026 sekaligus pembukaan Masa Sidang I Tahun 2026/2027.

Sebelum duduk sebagai anggota DPRD, Ari Rafika WD juga bukan sosok yang asing dalam dunia politik dan organisasi. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris PKS Kabupaten Solok, sebuah pengalaman yang tentunya menjadi modal penting dalam memahami dinamika organisasi, politik, sekaligus aspirasi masyarakat.

Di luar aktivitas kedewanan, Ari juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Berbekal latar belakang pendidikan agama, ia dikenal sebagai ustadz dan mubaligh yang aktif menyampaikan dakwah di tengah masyarakat. Aktivitas tersebut menjadi bagian lain dari kehidupannya yang berjalan beriringan dengan tugas sebagai wakil rakyat.

Dalam kehidupan keluarga, Ari Rafika WD merupakan suami dari Adrita Gusdila. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak, yakni Aida Zahra Rafiqa, Abdullah Luqman Qur'ainy, dan Aida Ghaziyatul Husna.

Kehidupan sebagai legislator, aktivis partai, mubaligh sekaligus kepala keluarga membuat Ari memiliki ruang pengabdian yang cukup beragam. Namun, di tengah berbagai aktivitas tersebut, ia dikenal sebagai pribadi yang muda, ramah dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan.

Sikap terbuka dan komunikatif tersebut juga terlihat dalam menjalankan aktivitas kedewanan. Ari tidak hanya hadir dalam ruang-ruang rapat formal, tetapi juga berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat serta menyerap berbagai persoalan yang disampaikan konstituen.

Sebagai wakil masyarakat Dapil II, kemampuan merespons aspirasi menjadi salah satu hal yang terus melekat dalam kiprahnya. Ia dikenal cukup responsif ketika masyarakat menyampaikan persoalan maupun harapan terkait pembangunan dan pelayanan publik.

Bagi Ari, menjadi anggota DPRD bukan sekadar menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, tetapi juga bagaimana kehadiran seorang wakil rakyat dapat dirasakan masyarakat.

Karakter muda, ramah, mudah bergaul serta latar belakangnya sebagai seorang mubaligh memberikan warna tersendiri dalam perjalanan Ari Rafika WD sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok.

Di lembaga legislatif, ia terus memainkan perannya sebagai bagian dari generasi muda yang ikut menentukan arah kebijakan daerah. Sementara di tengah masyarakat, ia tetap berusaha mempertahankan komunikasi dan kedekatan sebagai bagian dari tanggung jawab moral seorang wakil rakyat. 

Perjalanan Ari Rafika WD pada periode 2024–2029 pun masih panjang. Dengan pengalaman organisasi, aktivitas keagamaan dan kiprah di DPRD, sosok muda ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Solok, khususnya masyarakat yang diwakilinya dari Dapil II.( SUMBER: FB SYAFRIZAL DEDI)

Sabtu, 19 September 2026

BIDANG TANI,TERNAK, NELAYAN DAN TENAGA KERJA  PKS Kabupaten Solok Gelar Pelatihan Pembuatan Probiotik Ternak dan Tanaman

BIDANG TANI,TERNAK, NELAYAN DAN TENAGA KERJA PKS Kabupaten Solok Gelar Pelatihan Pembuatan Probiotik Ternak dan Tanaman


SOLOK — Bidang Tani Ternak (BTTN) DPD PKS Kabupaten Solok menggelar pelatihan pembuatan probiotik untuk ternak dan tanaman bagi tenaga kerja serta kader BTTN. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pakar Ternak dan Tani, Delmon, sebagai pemateri utama, guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha pertanian dan peternakan secara mandiri serta ramah lingkungan.

Ketua Bidang BTTN PKS Kabupaten Solok, Yelli Riska Delvia, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian nyata BTTN terhadap peningkatan kapasitas dan produktivitas para tenaga kerja di bidang pertanian dan peternakan. Turut hadir dalam jajaran penyelenggara seluruh anggota Bidang BTTN DPD PKS Kabupaten Solok.


Dukungan terhadap program ini juga datang dari pimpinan struktur PKS di tingkat kecamatan. Ketua DPC PKS Kubung, Didik Iswara, serta Ketua DPC PKS IX Koto Sungai Lasi hadir langsung untuk mendampingi dan memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan.

Dalam pemaparannya, Delmon menjelaskan langkah demi langkah pembuatan probiotik dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah didapat. Penggunaan probiotik ini terbukti efektif meningkatkan kesehatan ternak serta memperbaiki kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman, sekaligus menekan biaya produksi harian petani dan peternak.

Melalui pelatihan ini, BTTN PKS Kabupaten Solok berharap para peserta dan tenaga kerja tani-ternak dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk mendorong kemandirian ekonomi serta mewujudkan sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Solok.







Selasa, 15 September 2026

Kembara (Kemah Bela Negara) Kolaborasi Enam DPD PKS Resmi Ditutup

Kembara (Kemah Bela Negara) Kolaborasi Enam DPD PKS Resmi Ditutup

KABUPATEN SOLOK — Kegiatan Kembara (Kemah Bela Negara) yang merupakan kolaborasi enam DPD PKS di wilayah Sumatera Barat resmi ditutup. Kegiatan yang melibatkan DPD PKS Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Sawahlunto, dan Dharmasraya tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pengabdian.

Upacara penutupan Kembara dihadiri dan dipimpin oleh Ketua DPD PKS Kota Solok, Taufik Nizam, yang bertindak selaku Pembina Upacara Penutupan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD PKS Kabupaten Sijunjung,HermansyahSekretaris DPD PKS Kabupaten Solok, Riki Warman, serta Sekretaris DPD PKS Kota Solok, Alfat Tajri , bersama para peserta dan kader PKS dari enam daerah.

Dalam amanatnya, Taufik Nizam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kembara sebagai wadah untuk memperkuat silaturahmi, kekompakan, dan semangat bela negara di kalangan kader PKS.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun selama kegiatan tidak boleh berhenti setelah Kembara berakhir. Semangat tersebut harus dibawa kembali ke daerah masing-masing dan diwujudkan dalam bentuk pelayanan serta kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kembara bukan hanya tentang berkegiatan bersama, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, kekompakan, dan semangat pengabdian. Setelah kembali ke daerah masing-masing, semangat ini harus terus kita jaga dan diwujudkan melalui pelayanan kepada masyarakat,” ujar Taufik Nizam.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan membangun kolaborasi antarkader lintas daerah. Menurutnya, kekuatan PKS tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kesediaan kader untuk saling mendukung dalam menjalankan berbagai aktivitas pelayanan.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Sijunjung, Hermansyah, mengapresiasi pelaksanaan Kembara yang mempertemukan kader dari enam daerah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang konsolidasi, pembinaan, dan penguatan ukhuwah antarkader.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPD PKS Kabupaten Solok, Riki Warman. Ia menyebut Kembara menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarkader sekaligus membangun semangat kolaborasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan penutupan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias hingga akhir acara.

Dengan berakhirnya Kembara, para peserta diharapkan membawa pulang pengalaman, semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta nilai-nilai bela negara untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan aktivitas pelayanan di daerah masing-masing.

Kembara boleh berakhir, tetapi semangat kebersamaan, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat harus terus berlanjut.

Sabtu, 12 September 2026

Enam DPD PKS Bersatu di Aripan, Kembara Jadi Momentum Perkuat Semangat Bela Negara

Enam DPD PKS Bersatu di Aripan, Kembara Jadi Momentum Perkuat Semangat Bela Negara


KABUPATEN SOLOK — Kegiatan Kembara (Kemah Bela Negara) yang merupakan kolaborasi enam DPD PKS di wilayah Sumatera Barat resmi dibuka. Kegiatan ini melibatkan DPD PKS Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Sawahlunto, dan Dharmasraya.

Pembukaan Kembara secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Umum DPW PKS Sumatera Barat, Nosa Ekananda, S.Pd.Dalam kesempatan tersebut, Nosa mengajak seluruh kader PKS di daerah untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Nosa, kegiatan Kembara bukan sekadar aktivitas kemah bersama, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat soliditas dan semangat pengabdian kader PKS di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa kader PKS harus senantiasa hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai kondisi.

“Teruslah melayani masyarakat. Kader PKS harus hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat, membangun kebersamaan, dan menunjukkan semangat pengabdian,” ujar Nosa Ekananda.

Kegiatan yang mempertemukan enam DPD PKS tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarkader lintas daerah. Semangat kolaborasi diharapkan dapat semakin memperkuat gerak pelayanan PKS di wilayah masing-masing.

Ketua Panitia: Kembara Perkuat Kebersamaan dan Semangat Bela Negara

Ketua Panitia Kembara, Indra, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang untuk membangun kebersamaan, kekompakan, serta menumbuhkan semangat bela negara di kalangan kader.

Menurut Indra, keterlibatan enam DPD PKS menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan Kembara. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan yang positif, tetapi juga memperkuat hubungan antarkader dari berbagai daerah.

“Kembara ini menjadi momentum bagi kita untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, dan menumbuhkan semangat bela negara. Kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta membawa nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian ini kembali ke daerah masing-masing,” kata Indra.

Ia menambahkan, semangat yang dibangun dalam Kembara diharapkan dapat terus berlanjut dalam aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, Kembara kolaborasi enam DPD PKS ini diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkuat solidaritas kader sekaligus meneguhkan komitmen PKS untuk terus hadir dan melayani masyarakat di Sumatera Barat.

Minggu, 06 September 2026

Monev dan Workshop Komdigi DPW PKS Sumbar, PKS Kabupaten Solok Raih Peringkat Tiga Terbaik

Monev dan Workshop Komdigi DPW PKS Sumbar, PKS Kabupaten Solok Raih Peringkat Tiga Terbaik

 

PADANG — DPD PKS Kabupaten Solok turut hadir dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Workshop Komunikasi Digital (Komdigi) DPW PKS Sumatera Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja komunikasi digital sekaligus memperkuat strategi publikasi dan pengelolaan media di lingkungan PKS Sumatera Barat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kabid Komdigi DPP PKS, Ahmad Mabruri, yang memberikan penguatan dan arahan terkait pentingnya optimalisasi komunikasi digital dalam menyampaikan berbagai aktivitas, program, dan kontribusi PKS kepada masyarakat.

Dalam kegiatan Monev tersebut, dilakukan evaluasi terhadap kinerja Komdigi DPD PKS se-Sumatera Barat. Alhamdulillah, DPD PKS Kabupaten Solok berhasil meraih peringkat ke-3 terbaik dari 19 kota/kabupaten yang mengikuti penilaian.

Berdasarkan hasil penilaian, posisi tiga besar ditempati oleh:

  1. Kota Padang — skor 60,41

  2. Kabupaten Solok Selatan — skor 57,60

  3. Kabupaten Solok — skor 51,83

Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi jajaran Komdigi PKS Kabupaten Solok untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi dan publikasi digital.

Prestasi ini juga menunjukkan bahwa kerja-kerja komunikasi digital tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan PKS dengan masyarakat, mengangkat berbagai aktivitas pelayanan, serta menyebarluaskan gagasan dan kontribusi kader di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, PKS Kabupaten Solok berhasil berada di peringkat ketiga terbaik. Ini tentu menjadi apresiasi sekaligus tantangan bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas kerja Komdigi,” ujar Kabid Komdigi DPD PKS Solok, Firmanto yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ke depan, Komdigi PKS Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus menghadirkan konten yang informatif, kreatif, aktual, edukatif, dan dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara struktur partai, kader, legislatif, dan seluruh elemen yang terlibat dalam kerja-kerja pelayanan masyarakat.

Dari Monev menuju evaluasi, dari evaluasi menuju peningkatan. Komdigi PKS Kabupaten Solok siap terus bergerak, berkhidmat, dan menghadirkan komunikasi digital yang semakin kuat.

PKS Kabupaten Solok — Kokoh Bersama, Majukan Solok.

Sabtu, 05 September 2026

PKS KABUPATEN SOLOK DARI MASA KE MASA

PKS KABUPATEN SOLOK DARI MASA KE MASA

SEKILAS SEJARAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DI KABUPATEN SOLOK.

1998–2026

Dari Perintisan, Konsolidasi, hingga Regenerasi Kepemimpinan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Solok merupakan bagian dari perjalanan panjang gerakan politik yang lahir dan berkembang pada era Reformasi. Kehadiran PKS di Kabupaten Solok tidak dapat dipisahkan dari sejarah Partai Keadilan (PK) sebagai cikal bakal PKS.

Era Reformasi yang dimulai pada 1998 membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendirikan organisasi dan partai politik. Dalam momentum perubahan tersebut, Partai Keadilan hadir membawa semangat perjuangan politik yang berlandaskan nilai keadilan, pembinaan kader, pelayanan masyarakat dan kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Semangat tersebut kemudian berkembang hingga ke Kabupaten Solok. Para perintis dan kader awal mulai membangun jaringan, melakukan pembinaan, memperkuat silaturahmi dan memperkenalkan gagasan perjuangan kepada masyarakat.

1998–1999: Masa Perintisan

Tahun 1998 menjadi tonggak lahirnya Partai Keadilan secara nasional. Setahun kemudian, dalam Pemilu 1999, Partai Keadilan ikut mengambil bagian dalam kompetisi politik nasional.

Di Kabupaten Solok, kehadiran Partai Keadilan telah menunjukkan hasil yang nyata. Data yang merujuk pada sumber KPU Sumatera Barat mencatat bahwa Partai Keadilan memperoleh satu kursi DPRD Kabupaten Solok untuk periode 1999–2004.

Satu kursi tersebut menjadi tonggak awal perjalanan politik yang kemudian berkembang menjadi PKS di Kabupaten Solok.

Pada fase awal inilah muncul nama Drs. St. Mukhlis Denros sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan organisasi. Mukhlis Denros tercatat menjadi anggota DPRD Kabupaten Solok sejak 1999 dan kemudian kembali pada periode 2004–2009. Dalam keterangannya sendiri, ia menyebut dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Solok selama dua periode dan diusung oleh Partai Keadilan, yang kemudian menjadi PKS.

Dokumentasi kegiatan di kantor DPD PKS Kabupaten Solok juga menyebut bahwa keberadaan kantor DPD di Gaduang Dama, Nagari Cupak, diprakarsai pada masa kepemimpinan Mukhlis Denros pada periode 1999–2004.

Dengan demikian, periode 1999–2004 dapat dipandang sebagai fase perintisan dan peletakan fondasi organisasi PK/PKS Kabupaten Solok.

Pada masa tersebut, perjuangan tidak hanya dilakukan melalui jalur politik formal, tetapi juga melalui pembangunan jaringan kader, pembinaan masyarakat dan penguatan organisasi.

Transformasi dari PK Menjadi PKS

Dalam perkembangan nasional, Partai Keadilan kemudian mengalami proses transformasi menjadi Partai Keadilan Sejahtera. PKS secara resmi dideklarasikan pada 20 April 2002, dan proses kelembagaan selanjutnya membawa struktur politik yang sebelumnya menggunakan nama PK memasuki fase baru sebagai PKS.

Di Kabupaten Solok, proses tersebut menjadi kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun pada masa Partai Keadilan.

Dengan demikian, perubahan nama tersebut tidak berarti perjalanan organisasi dimulai kembali dari awal. Kader, jaringan, pengalaman politik dan struktur yang telah tumbuh pada masa PK menjadi modal bagi perkembangan PKS di Kabupaten Solok.

2004–2009: Pertumbuhan dan Penguatan

Memasuki Pemilu 2004, PKS Kabupaten Solok menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Jika pada Pemilu 1999 Partai Keadilan memperoleh satu kursi DPRD Kabupaten Solok, pada periode 2004–2009 PKS berhasil memperoleh **empat kursi DPRD Kabupaten Solok**.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa proses kaderisasi, konsolidasi dan kerja politik yang dilakukan sejak masa perintisan mulai mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat.

Periode ini menjadi fase penting dalam perubahan PKS Kabupaten Solok dari sebuah kekuatan politik yang masih dalam tahap membangun fondasi menjadi organisasi yang memiliki posisi lebih kuat di lembaga legislatif daerah.

Dalam estafet kepemimpinan organisasi, nama **H.Ridwan** juga menjadi bagian penting dari perjalanan PKS Kabupaten Solok. Berdasarkan informasi internal yang menjadi dasar penyusunan sejarah ini, Ridwan ditempatkan sebagai salah satu mata rantai kepemimpinan setelah fase awal Mukhlis Denros.

2009–2014: Mempertahankan Kepercayaan Masyarakat

Pada periode 2009–2014, PKS Kabupaten Solok mampu mempertahankan empat kursi DPRD.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa PKS telah memiliki basis politik yang relatif kuat di Kabupaten Solok.

Sejumlah kader kemudian tampil dalam lembaga legislatif daerah. Perjalanan tersebut semakin memperkuat hubungan antara struktur partai, kader dan masyarakat.

Pada fase inilah kaderisasi menjadi semakin penting. Organisasi tidak hanya dituntut untuk memenangkan kontestasi Pemilu, tetapi juga harus mampu menyiapkan kader yang mempunyai kemampuan politik, kemampuan komunikasi masyarakat dan komitmen terhadap pelayanan.

2014–2019: Dinamika Politik dan Penguatan Kelembagaan

Memasuki periode 2014–2019, PKS mengalami dinamika elektoral dan memperoleh **tiga kursi DPRD Kabupaten Solok**.

Meskipun mengalami penurunan jumlah kursi dibandingkan dua periode sebelumnya, organisasi tetap mempertahankan keberadaan dan kiprahnya di tengah masyarakat.

Pada periode ini, **Nosa Ekananda** semakin menonjol sebagai salah satu kader penting PKS Kabupaten Solok.

Nosa merupakan kader yang memiliki perjalanan panjang di dalam organisasi. Ia berkembang dari bagian internal organisasi hingga dipercaya memegang posisi strategis sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Solok.

Pada 2017, Nosa Ekananda tercatat sebagai **Ketua DPD PKS Kabupaten Solok** dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan kantor DPD PKS di Gaduang Dama, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang.

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa lahan seluas sekitar 800 meter persegi untuk pembangunan kantor DPD tersebut telah diprakarsai pada masa kepemimpinan Mukhlis Denros 1999–2004.

Pembangunan kantor tersebut mempunyai arti penting bagi perjalanan organisasi. Kantor bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi simbol semakin kuatnya kelembagaan PKS Kabupaten Solok.

Era Nosa Ekananda

Kepemimpinan Nosa Ekananda merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan PKS Kabupaten Solok.

Di bawah kepemimpinannya, penguatan struktur organisasi, kaderisasi dan konsolidasi politik terus dilakukan.

Nosa juga memiliki perjalanan panjang sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok. Ia tercatat menjadi anggota DPRD selama beberapa periode dan menjadi salah satu wajah utama PKS dalam politik Kabupaten Solok.

Dalam menghadapi dinamika Pilkada 2020, Nosa juga tampil sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Solok dalam proses komunikasi politik dan penjajakan pasangan calon.

Perjalanan Nosa kemudian tidak berhenti di Kabupaten Solok. Pada 2025, ia memperoleh amanah baru sebagai Sekretaris Umum DPW PKS Sumatera Barat periode 2025–2030.

Perjalanan tersebut menjadi salah satu contoh keberhasilan kaderisasi: kader yang tumbuh dari daerah kemudian dipercaya untuk mengambil peran pada tingkat provinsi.

2019: PKS Kembali Menguat

Pada Pemilu 2019, PKS Kabupaten Solok kembali memperoleh empat kursi DPRD Kabupaten Solok.

Capaian tersebut menunjukkan adanya kebangkitan setelah periode sebelumnya memperoleh tiga kursi.

Empat kader PKS yang terpilih melalui Pemilu 2019 menjadi bagian penting dalam perjalanan politik PKS Kabupaten Solok, yaitu Nosa Ekananda, Nazar Bakri, Yusferdizen dan Harry Pawestrie.

Kembalinya PKS menjadi empat kursi menunjukkan bahwa organisasi mampu melakukan evaluasi, konsolidasi dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.

2020–2025: Era Nazar Bakri

Setelah periode kepemimpinan sebelumnya, estafet kepemimpinan DPD PKS Kabupaten Solok berlanjut kepada Drs. Nazar Bakri.

Dokumen struktur DPD PKS masa bakti 2020–2025 mencatat Nazar Bakri sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Solok.

Kepemimpinan Nazar Bakri berlangsung pada periode yang penuh tantangan. Organisasi harus menghadapi dinamika politik, pandemi COVID-19, konsolidasi internal, persiapan Pemilu 2024 serta persiapan Pilkada.

Pada 2021, Nazar Bakri tampil sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Solok dalam berbagai kegiatan organisasi dan komunikasi dengan pemerintah serta masyarakat.

Salah satu bentuk kiprah pelayanan masyarakat adalah pelaksanaan kegiatan sosial seperti khitanan massal yang melibatkan masyarakat dari sejumlah kecamatan.

Pada periode ini, konsolidasi struktur hingga tingkat kecamatan juga terus dilakukan.

PKS Kabupaten Solok melaksanakan Musyawarah Cabang dan memperkuat jaringan organisasi dengan tujuan meningkatkan kualitas kader dan kesiapan menghadapi Pemilu serta Pilkada.

Pemilu 2024: Capaian Lima Kursi

Pemilu 2024 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah elektoral PKS Kabupaten Solok.

PKS berhasil memperoleh lima kursi DPRD Kabupaten Solok.

Capaian tersebut merupakan peningkatan dari empat kursi pada Pemilu 2019.

Jika dilihat secara keseluruhan, perjalanan kursi PK/PKS di DPRD Kabupaten Solok menunjukkan dinamika:

1999–2004 : 1 kursi

2004–2009 : 4 kursi

2009–2014 : 4 kursi

2014–2019 : 3 kursi

2019–2024 : 4 kursi

2024–2029 : 5 kursi

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa PKS Kabupaten Solok mengalami proses panjang untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Pilkada 2024: Babak Penting Perjalanan Politik

Selain keberhasilan dalam Pemilu legislatif, tahun 2024 juga menjadi momentum penting dalam perjalanan politik PKS Kabupaten Solok melalui Pilkada.

PKS bersama Partai Gerindra dan PDI Perjuangan mengusung pasangan Jon Firman Pandu, S.H. dan H. Candra, S.H.I. dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Solok 2024.

Pasangan tersebut kemudian memenangkan Pilkada Kabupaten Solok dan ditetapkan sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Solok terpilih untuk periode 2025–2030.

Kemenangan tersebut mempunyai arti khusus bagi perjalanan PKS karena H. Candra merupakan kader PKS dan kemudian menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati Solok.

Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah PKS Kabupaten Solok: kader partai tidak hanya berkiprah dalam struktur organisasi dan lembaga legislatif, tetapi juga dipercaya mengambil bagian dalam kepemimpinan eksekutif daerah.

2025: Estafet Kepemimpinan kepada Candra

Tahun 2025 menjadi awal babak baru.

Dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI PKS, yang dilaksanakan pada 6 September 2025, H. Candra, S.H.I. Pono Marajoterpilih sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Solok periode 2025–2030.

Candra didampingi oleh H. Riki Warman, Lc. sebagai Sekretaris DPD.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi yang telah berjalan dalam tubuh PKS Kabupaten Solok.

Sementara itu, Nazar Bakri tetap mengambil peran penting dalam struktur politik PKS Kabupaten Solok. Pada Muscab VI Desember 2025, Nazar Bakri tercatat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Solok.

Dengan demikian, estafet kepemimpinan tidak berarti hilangnya peran generasi sebelumnya. Para kader senior tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi sekaligus memberikan pengalaman kepada generasi berikutnya.

Era Candra: 2025–2026

Kepemimpinan Candra membawa PKS Kabupaten Solok memasuki fase baru.

Sebagai Ketua DPD sekaligus Wakil Bupati Solok, Candra membawa pengalaman organisasi dan pemerintahan ke dalam orientasi pelayanan masyarakat.

Dalam berbagai pernyataannya, Candra menekankan bahwa politik harus menjadi sarana pengabdian dan pelayanan. PKS Kabupaten Solok diarahkan untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan pelayanan sosial, memberdayakan masyarakat dan membangun kolaborasi dengan berbagai unsur daerah.

Pada Desember 2025, PKS Kabupaten Solok melaksanakan **Muscab VI** dan membentuk struktur DPC periode 2025–2030. Struktur tersebut mencakup **14 DPC PKS se-Kabupaten Solok** dan disebut didominasi oleh kader-kader muda.

Hal tersebut menunjukkan bahwa proses regenerasi organisasi terus berlangsung.

2026: Konsolidasi, Pelayanan dan Regenerasi

Memasuki 2026, PKS Kabupaten Solok berada pada fase konsolidasi organisasi.

Rapat Kerja Daerah menjadi salah satu momentum untuk menyusun program dan memperkuat struktur organisasi.

Kegiatan PKS juga semakin diarahkan pada pelayanan masyarakat. Pada Juli 2026, DPTD PKS Kabupaten Solok mendampingi penyerahan bantuan aspirasi berupa bantuan perikanan dan alat mesin pertanian kepada masyarakat Kabupaten Solok.

Pada Agustus 2026, PKS Kabupaten Solok juga melakukan penguatan kesiapsiagaan relawan menghadapi potensi bencana dan cuaca ekstrem.

Kegiatan olahraga, peringatan Hari Kemerdekaan, konsolidasi kader dan kegiatan sosial menjadi bagian dari aktivitas organisasi.

Hal tersebut menggambarkan wajah PKS Kabupaten Solok pada fase terbaru: Partai yang berusaha hadir bukan hanya ketika Pemilu berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Estafet Kepemimpinan

Jika perjalanan PKS Kabupaten Solok dilihat sebagai sebuah rangkaian sejarah, maka terdapat mata rantai kepemimpinan yang saling menyambung.

Mukhlis Denros berada pada fase awal perintisan dan peletakan fondasi organisasi pada periode 1999–2004.

Setelah fase tersebut, Ridwan menjadi bagian dari estafet kepemimpinan berikutnya. Tahun pasti masa kepemimpinannya perlu ditetapkan berdasarkan SK atau dokumen Musda yang tersimpan dalam arsip internal PKS Kabupaten Solok.

Kemudian tampil Nosa Ekananda, yang membawa organisasi memasuki fase penguatan kelembagaan, konsolidasi dan pembangunan infrastruktur organisasi. Kepemimpinannya tercatat dalam dokumentasi DPD pada 2017 dan masih muncul dalam dinamika kepemimpinan daerah menjelang Pilkada 2020.

Estafet kemudian dilanjutkan oleh **Nazar Bakri**, yang memimpin DPD pada periode 2020–2025 dan membawa organisasi melewati masa pandemi, konsolidasi struktural, Pemilu 2024 dan dinamika Pilkada.

Selanjutnya, H. Candra, S.H.I. dipercaya memimpin DPD PKS Kabupaten Solok periode 2025–2030. Kepemimpinan Candra menandai fase baru yang menekankan regenerasi, penguatan organisasi dan pelayanan masyarakat.

 Penutup

Perjalanan PKS Kabupaten Solok sejak akhir 1990-an hingga 2026 merupakan perjalanan panjang yang dibangun oleh banyak kader dan generasi.

Perjalanan itu bermula dari masa Reformasi dan Partai Keadilan, kemudian berkembang menjadi PKS yang semakin kuat secara organisasi dan politik.

Dari **satu kursi pada Pemilu 1999**, PKS berkembang menjadi **empat kursi pada 2004**, mempertahankannya pada 2009, mengalami dinamika menjadi tiga kursi pada 2014, kembali menjadi empat kursi pada 2019, dan mencapai **lima kursi pada Pemilu 2024**.

Di balik angka-angka tersebut terdapat kerja panjang kader, struktur partai, simpatisan dan masyarakat yang memberikan kepercayaan.

Nama-nama seperti Mukhlis Denros, Ridwan, Nosa Ekananda, Nazar Bakri dan Candra** menjadi bagian dari estafet kepemimpinan yang menggambarkan perubahan zaman dan perkembangan organisasi.

Mukhlis Denros mewakili fase perintisan.

Ridwan menjadi bagian dari mata rantai transisi dan penguatan organisasi.

Nosa Ekananda mewakili fase penguatan kelembagaan dan kaderisasi.

Nazar Bakri melanjutkan konsolidasi organisasi serta pelayanan masyarakat.

Candra membawa PKS Kabupaten Solok memasuki fase regenerasi dan penguatan pelayanan pada periode 2025–2030.

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa sebuah organisasi tidak dibangun oleh satu orang atau satu periode kepemimpinan. Ia dibangun oleh **estafet perjuangan**.

Setiap generasi menerima amanah dari generasi sebelumnya, melanjutkan apa yang telah baik, memperbaiki kekurangan dan menyiapkan generasi berikutnya.

Karena itu, sejarah PKS Kabupaten Solok bukan hanya catatan tentang Pemilu, kursi DPRD atau pergantian ketua. Sejarah ini adalah catatan tentang perjalanan kader, pengabdian, kaderisasi, kepemimpinan, pelayanan masyarakat dan upaya memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Solok.

Pada 2026, perjalanan tersebut masih terus berlangsung.

Estafet telah berada di tangan generasi baru.

Dan sebagaimana para perintis dahulu membangun fondasi dengan segala keterbatasannya, generasi hari ini mempunyai tugas untuk menjaga, mengembangkan dan meneruskan perjuangan tersebut bagi masa depan Kabupaten Solok.

Selasa, 18 Agustus 2026

Semarak HUT ke-81 RI, DPD PKS Kabupaten Solok Gelar Turnamen Futsal dan Badminton

Semarak HUT ke-81 RI, DPD PKS Kabupaten Solok Gelar Turnamen Futsal dan Badminton

KABUPATEN SOLOK** — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Solok menggelar turnamen futsal dan badminton. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan diikuti kader dan perwakilan dari sejumlah struktur PKS di Kabupaten Solok.


Turnamen secara resmi dibuka langsung oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Solok, H. Candra, S.H.I. Pembukaan turut dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kabupaten Solok, Ustd. Roi Yurnandes, S.Sos.I, serta Bendahara Umum DPD PKS Kabupaten Solok, Ihsanul Amra, A.Md.

Kegiatan olahraga tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan antarkader PKS di Kabupaten Solok.

Sepuluh Tim Ramaikan Turnamen Futsal

Turnamen futsal diikuti oleh 10 tim yang merupakan perwakilan DPC PKS serta tim dari struktur PKS lainnya. Sejak pertandingan dimulai, persaingan berlangsung cukup sengit. Masing-masing tim tampil penuh semangat untuk menjadi yang terbaik.

Setelah melalui rangkaian pertandingan, tim perwakilan DPTD PKS Solok berhasil keluar sebagai juara pertama turnamen futsal.

Selain mengejar prestasi, pertandingan juga berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Semangat kompetisi tetap dibarengi dengan sportivitas dan kebersamaan, sehingga turnamen tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkader.

 Badminton Tak Kalah Meriah

Kemeriahan juga terlihat dalam cabang olahraga badminton. Pertandingan mempertandingkan nomor tunggal putri serta ganda campuran yang melibatkan pasangan suami istri.

Untuk nomor tunggal putri, gelar juara pertama diraih oleh Zah Deka. Sementara pada nomor ganda campuran, pasangan Febrizoni dan istri berhasil meraih juara pertama.


Pertandingan badminton berlangsung menarik. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan sportivitas. Bahkan, nomor ganda campuran pasangan suami istri turut menghadirkan suasana unik dan penuh keakraban bagi para peserta maupun penonton.

Ketua DPD PKS Kabupaten Solok, H. Candra, S.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan olahraga tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga mampu memperkuat soliditas dan kebersamaan seluruh kader PKS.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan organisasi. Melalui olahraga, para kader dapat saling berinteraksi dalam suasana yang lebih santai, sehat, dan penuh kegembiraan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Prestasi yang diraih masing-masing tim dan peserta menjadi pelengkap kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan DPD PKS Kabupaten Solok.

Semangat kemerdekaan, sportivitas, dan kebersamaan menjadi pesan utama dalam turnamen ini: menang adalah prestasi, tetapi menjaga persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya.

PKS Sumbar

Kolom

[Kolom][recentbylabel3]
Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done